Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam

Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam: Pemahaman Berupa Konsep Dasar

Peserta didik merupakan komponen pendidikan yang teramat penting menjadi perhatian. Peserta didik dalam Pendidikan Islam memiliki ciri dan bahasan yang khusus dan sifatnya lebih spesifik.

Dalam bagian ini, akan diulas lebih dalam tentang pengertian peserta didik dalam pendidikan Islam, peran peserta didik dalam pendidikan Islam, kode etik peserta didik dalam Pendidikan Islam, dan masih banyak lagi. Mari kita mulai.

Pengertian Peserta Didik dalam Pendidikan Islam

Istilah peserta didik, bukan lagi istilah yang baru bagi kita. Berbagai kalangan dinilai dapat mendeskripsikan tentang makna dari istilah peserta didik. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang dinilai lebih spesifik bila bercerita persoalan peserta didik dalam Islam, yakni dalam perspektif Islam.

Peserta didik adalah sekelompok orang yang mengikuti kegiatan pembelajaran atau belajar mengajar yang dipandu oleh guru yang memberikan materi untuk mengembangkan potensi dirinya dan seluruh fitrah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pendidikan Islam menganggap penting istilah Fitrah ini. Artinya bahwa setiap manusia diberikan bekal dalam dirinya mulai sejak ia lahir ke dunia berupa pikiran, tangan, mata, mulut, dan lain sebagainya.

Adapun keseluruhannya ini, merupakan tanggungjawab dirinya dan pendidikan Islam untuk senantiasa mengembangkannya sesuai dengan ajaran Islam.

Karakteristik Peserta Didik dalam Pendidikan Islam

Meski memiliki istilah yang sama yakni peserta didik, Pendidikan Islam memiliki ciri khusus yang lebih detail tentang peserta didik yang diinginkan. Ada beberapa karakteristik peserta didik dalam Pendidikan Islam, diantaranya yaitu:

1. Bukan Miniatur Orang Dewasa

Peserta didik bukanlah miniatur orang dewasa, yang dapat diperlakukan layaknya orang dewasa pula. Peserta didik tergolong orang yang masih perlu diberikan pelajaran tertentu. Maka dari itu, dibutuhkan teknik khusus dalam menanganginya baik di sekolah, maupun dalam lingkungan keluarga (informal).

2. Memiliki Perbedaan Antar Individu

Setiap orang tentu saja berbeda, dan itu tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Hal ini juga dimaksudkan pada peserta didik, yang tentunya saling berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Perbedaan ini merupakan fitrah dari Allah SWT, yang diberikan untuk dicintai manusia. Pada hakikatnya, manusia bersifat Monopluralis, dimana meskipun memiliki berbedaan dari berbagai sisi, tetap saja merupakan satu kejiwaan (cipta, rasa, dan karsa).

3. Manusia Yang Produktif

Karakteristik peserta didik dalam Pendidikan Islam selanjutnya adalah manusia yang produktif. Istilah produktif, nampaknya harus dikerucutkan, dan diarahkan pada bagian yang lebih terkecil.

Peserta didik terdiri dari kumpulan manusia yang terbentuk dalam sebuah kelompok kecil atau kelompok belajar. Diantara mereka, memiliki dunia sendiri, aktivitas sendiri, keingingan sendiri, dan lain sebagainya.

Hal kesendirian itulah yang menjadikan mereka sebenarnya sosok yang produktif. Itu artinya, Pendidikan Islam selayaknya mensejajarkan hal ini dengan praktik mengajar mereka.

Artinya, bukan hanya memperhatikan peserta didik yang dinilai kurang maksimal dalam pembelajaran, melainkan juga meningkatkan peserta didik yang memiliki potensi tersendiri dalam dirinya.

4. Memiliki Pola Perkembangan Tertentu

Hal yang semestinya disadari sebagai karakteritsik peserta didik dalam pendidikan Islam adalah bahwa setiap manusia itu memiliki pola perkembangan tertentu.

Dalam kaitan peserta didik, tentu saja hal ini disesuaikan dengan kapasitas mereka, atau pola perkembangan mereka. Pendidikan tentu dihadirkan untuk menyesuaikan antara tujuan akhir pembelajaran dengan pola perkembangan peserta didik. Inilah yang semestinya disadari bagi setiap pendidik, agar diperhatikan.

Setiap perkembangan, memiliki tahapan demi tahapan yang semestinya dilalui, dan itu tidak berlangsung secara instan. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam menggapai perkembangan yang diharapkan. Ini adalah karakter dari peserta didik yang semestinya diperhatikan.

Tinggalkan komentar