periode_sejarah_pendidikan_islam

Periode Sejarah Pendidikan Islam

Periode Sejarah Pendidikan Islam, tidak terlepas dengan Sejarah Islam itu sendiri. Keduanya memiliki kesamaan dalam perjalanannya.

Mengetahui tentang periode sejarah pendidikan Islam ini, merupakan sesuatu yang sepantasnya diketahui, untuk memunculkan sesuatu perubahan baru di masa mendatang, dan tentunya ke arah yang lebih baik. Mari kita bahas.

Pentingnya Mengetahui Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah pendidikan Islam, merupakan pemahaman dasar yang semestinya dikaji lebih awal, agar dapat melaksanakan pendidikan Islam itu sendiri di hari akan datang.

Pemahaman seputar sejarah, merupakan hal yang dapat memicu pertumbuhan yang lebih baik di masa depan.

Masalah-masalah yang timbul pada masa terdahulu, sesuatu hal yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menciptakan sesuatu perubahan yang lebih baik.

Hal ini berlaku sebaliknya. Pengabaian terhadap sejarah pendidikan Islam, bisa jadi awal mula kehancuran pendidikan Islam itu sendiri, sebab ia lebih berat untuk berubah, dan justru lebih mungkin untuk menciptakan masalah yang sama seperti sebelumnya.

Maka dari itu, mengetahui seputar sejarah dalam Pendidikan Islam, adalah modal awal untuk melangkah lebih baik di masa depan dengan pendidikan Islam. Oleh karenanya, kajian ini merupakan sesuatu yang penting untuk dibahas.

Periode Sejarah Pendidikan Islam

Periode sejarah Pendidikan Islam, tidak jauh berbeda dengan sejarah Islam itu sendiri. Apabila sejarah Islam bisa dijadikan sebagai acuan, maka Periode Sejarah Pendidikan Islam dapat dibagi menjadi beberapa periode. Daulay membaginya menjadi lima periode, yakni sebagai berikut.

1. Periode Pertumbuhan dan Perkembangan

Periode ini didominasi pada masa Rasulullah, Khulafa urrasyidin, dan masa bani Umayyah. Masa-masa ini tergolong pada masa pertumbuhan sekaligus perkembangan Pendidikan Islam. Disinilah awal mula berjalannya sejarah pendidikan Islam itu sendiri.

2. Periode Kemajuan

Masa atau periode kemajuan pendidikan Islam ini, berada dari dua belah sisi bagian dunia, yakni belahan dunia Timur, dan belahan dunia Barat.

Kemajuan pendidikan Islam dari sisi belahan Timur, berada pada pertumbuhan bani Abbasiyah hingga akhir Abbasiyah.

Sedangkan kemajuan dari belahan dunia Barat, terjadi pada daerah Mesir, Afrika Utara, dan Andalusia hingga berakhirnya kekuasaan Islam di Andalusia.

3. Periode Kemunduran

Periode sejarah pendidikan Islam selanjutnya adalah periode kemunduran. Ini merupakan lanjutan dari periode sebelumnya, yang tergolong periode kemajuan.

Kemunduran dimulai dari Kota Baghdad, dimana runtuhnya Bahgdad ke tangan Hulagu Khan (1258 M) yang merupakan simbol dari kejatuhan politik Islam.

Periode ini juga ditandai dengan runtuhnya Islam di dunia Barat Andalusia, yang ditandai dengan jatuhnya benteng terakhir umat Islam di Granada (1498 M).

Selanjutnya, juga diiringi dengan perpecahan dari kalangan umat Islam itu sendiri. Latar belakang dari perpecahan itu terjadi dikarenakan berbagai hal seperti perbedaan politik, etnis, serta pemahaman keagamaan seperti Sunni-Syiah, Arab dan non-Arab, dan lain sebagainya.

Hal ini berdampak pada mundurnya semangat keilmuan Islam, dan kemudian dari sini berjangkitlah penyakit taklid dan fatalisme.

Hal ini juga dilanjutkan dengan jatuhnya negeri-negeri yang mayoritas diisi oleh umat Islam, ke tangan penjajah Barat seperti Belanda, Inggris, Perancis, Spanyol dan Portugis.

Keadaan ini membuat pendidikan Islam jatuh dalam keadaan yang sangat terpuruk yang disebabkan mundurnya semangat ilmiah, lalu berkembangnya paham dikotomis keilmuan dikalangan umat Islam yang mempertentangkan Ilmu Naqliyah dan Ilmu Aqliyah.

4. Periode Pembaruan

Abad ke 19, kontak antara kaum Muslimin dengan Barat kembali terjadi. Dalam keadaan ini, umat Muslim menyadari bahwa betapa tertinggalnya mereka dibandingkan dengan Barat dalam ilmu pengetahuan. Dari sini juga timbul kesadaran untuk memperbaikinya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki pendidikan. Maka muncullah perbaikan pendidikan di Mesir yang dipelopori oleh Muhammad Ali Pasha, lalu kemudian di Turki dipelopori oleh Sultan Mahmud II, dan di India oleh Syaid Ahmad Khan yang mendirikan MAOC (Mohammedan Anglo Oriental Collage), yang pada tahun 1920 meningkat statusnya menjadi Universitas dengan nama Universitas Aligarh.

Di Indonesia sendiri, muncul beberapa tokoh pendidikan Islam masa pembaruan, yakni Abdullah Ahmad, Zainuddin Labay, Rahmah El Yunusiah, Ahmad Dahlan, dan KH. Hasyim Asyary.

5. Periode Kebangkitan

Periode ini merupakan lanjutan dari periode pembaruan, dimana pada periode sebelumnya (pembaruan) muncul kesadaran umat Muslim atas ketertinggalan ilmu pengetahuan, kini (periode kebangkitan) mulai menciptakan/ timbul pendidikan Islam seperti Pendidikan Tinggi Islam, integrasi keilmuan semakin terlihat dengan baik di perguruan tinggi dan lainnya.

Kesimpulan

Perkembangan pendidikan Islam dari masa ke masa memberi catatan panjang. Maka dalam pemahamannya, sejarah Pendidikan Islam dibagikan menjadi lima periode, sebagai upaya mempermudah penyampaian.

Kelima periode sejarah pendidikan Islam, melewati berbagai hal. Mulai dari tumbuh dan berkembang, kemajuan dan kemunduran, hingga pada pembaruan dan kebangkitan.

Saat ini, pendidikan Islam sedang berbenah lebih baik lagi untuk kesiapan menghadapi perkembangan di era globalisasi.

Tinggalkan komentar