Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum

Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum

Kurikulum itu semestinya membutuhkan pengembangan, agar jauh lebih baik. Oleh sebab itu, perlu diketahui untuk peran guru dalam pengembangan kurikulum. Apakah guru dapat memberikan atau berkontribusi untuk pengembangan kurikulum? Tentu saja “YA”. Jadi, mari kita ulas lebih dalam tentang ini.

Makna Pengembangan Kurikulum

Sebenarnya, apa yang dimaknai dengan pengembangan kurikulum itu? Dengan mengetahui hal ini, maka akan membentuk sebuah sudut pandang dan membuat jawaban atas peran guru dalam pengembangan kurikulum.

Sebuah Jurnal yang diterbitkan melalui STIT Al-Ibrohimy, menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum dengan tujuan agar kurikulum yang dihasilkan jauh lebih baik di masa mendatang untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Melalui penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa pengembangan kurikulum adalah langkah atau proses dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan kualitas yang disesuaikan dengan perkembangan zaman agar kurikulum dapat diterapkan dan mencapai tujuan pendidikan nasional.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kurikulum adalah sebuah subjek yang harus ditempuh dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh sebab itu, kurikulum itu semestinya membutuhkan perubahan dengan memandang kebutuhan dari zaman ke zaman. Perubahan itu semestinya menjadi sesuatu yang memiliki nilai relefansi untuk diterapkan.

Mengingat zaman yang terus berubah, atau teknologi yang kian hari kian berkembang, maka perlu mendesain kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini, agar pendidikan tetap eksis dalam menciptakan manusia yang insan kamil.

Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum

Hal selanjutnya yang menjadi perbincangan adalah tentang apa saja peran guru dalam pengembangan kurikulum. Hal ini merupakan hal yang cukup perlu untuk diketahui oleh Guru, mengingat mereka adalah sosok sentral dalam dunia pendidikan.

Terkait:  Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam: Pemahaman Berupa Konsep Dasar

Ada beberapa peran guru dalam pengembangan kurikulum. Adapun peran guru yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut:

1. Peran Guru Sebagai Implementers

Istilah “implementers” merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang berarti “Pelaksana” (Bahasa Indonesia). Itu artinya, dalam hal ini guru berperan sebagai pelaksana kurikulum. Dalam hal ini, Guru hanya bertugas sebagai pengaplikasi/ menerapkan kurikulum yang sudah ditentukan sebelumnya.

Guru hanya dianggap sebagai bagian praktik teknis dalam kurikulum. Dalam hal ini, upaya untuk berkontribusi mengenai apa yang semestinya dibutuhkan dalam kurikulum tergolong lemah. Itu karena Guru hanya sebatas orang yang mengaplikasikan kurikulum yang ditentukan.

Tetapi, penerapan atau pelaksanaan juga termasuk pada pengembangan kurikulum. Meski guru bukanlah sosok yang mengubah secara langsung, dari praktiknyalah muncul ide-ide baru yang dilandasi dari evaluasi yang dilakukan.

2. Peran Guru Sebagai Adapters

Istilah “Adapters” dalam bahasa Inggris diartikan sebagai “Adaptor” dalam bahasa Indonesia. Adaptor sendiri dalam KBBI diartikan sebagai penghubung antara suatu benda dengan benda yang lain.

Dalam pengembangan kurikulum, Guru memiliki posisi sebagai adapters, dimana Guru menjadi orang yang menyelaraskan antara kurikulum dengan kondisi di lokasi mengajar (peserta didik). Dengan kata lain, sebagai orang yang mengimplementasikan kurikulum secara langsung, maka Guru cenderung mengetahui lebih tentang karakteristik peserta didiknya. Sehingga dengan ini, guru memiliki posisi yang lebih luas bila dibandingkan dengan “Implementers”.

Menerapkan kurikulum secara langsung, dan mengetahui karakteristik siswa, maka Guru akan memiliki sudut pandang tersendiri tentang bentuk kurikulum yang ada. Bisa jadi, melalui penyelarasan ini, muncul ide-ide baru dari Guru berdasarkan pengalamannya saat menerapkan kurikulum di sekolah.

3. Guru Sebagai Developers

Istilah “Developers” berarti “pengembang” dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan istilah ini, maka dapat dipahami bahwa Guru memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mendesain pembelajaran yang ada.

Terkait:  Jadwal Piket Guru: Ketahui dan Download Contoh Terbaru

Pengembangan pembelajaran yang dilakukan guru tentu saja melibatkan berbagai aspek penting dalam praktik mengajarnya, seperti mengembangkan strategi mengajarnya, metode mengajarnya, dan lain sebagainya.

Menyelaraskan dari poin sebelumnya (adapters), sebuah lembaga akan mengetahui karakteristik peserta didiknya, atau sesuatu yang dibutuhkan untuk lembaganya. Maka dikembangkanlah kurikulum dengan menggunakan MULOK (dalam KTSP).

Misalnya pada daerah Sumatera Utara, MULOK biasanya diisi dengan bidang studi Bahasa Daerah (atau yang lain sesuai dengan kebutuhan lembaga). Berdasarkan ini, tentu saja masing-masing lembaga memiliki wewenang untuk menggunakan Bidang Studi yang benar-benar dibutuhkan dengan memperhatikan karakteristik lembaga mereka.

Gambar Email

Jangan Ketinggalan Pos Terbaru

Daftar sekarang dan dapatkan artikel pendidikan terbaru

Tinggalkan komentar