penertian_sejarah_peradaban_islam

Pengertian Sejarah Peradaban Islam

Pengertian Sejarah Peradaban Islam merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui bagi setiap pelajar/ mahasiswa Islam.

Hal ini akan mengulas lebih banyak tentang perjalanan Islam itu sendiri, dari berbagai aspek kehidupan seperti budaya, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.

Mari kita mulai

Pengertian Sejarah Peradaban Islam

Sejarah secara etimologis berasal dari bahasa arab شجرة yang berarti pohon. Makna kenapa sejarah seperti pohon adalah karena ketika sejarah lahir lalu berkembang dari waktu ke waktu, hingga menimbulkan perbedaan beberapa kejadian, bahkan bisa jadi seluruh kejadian.

Dalam bahasa Arab sendiri yang dimaksud dengan sejarah adalah ‘tarikh’ yang dalam bahasa Indonesia berarti waktu atau penanggalan. Maka pengertian sejarah adalah serangkaian peristiwa masa lampau, keseluruhan pengalaman manusia, dan sejarah sebagai suatu cara dengan fakta-fakta di seleksi, diubah-ubah, dijabarkan dan dianalasis.

Sejarah kebudayaan dan peradaban dalam Islam adalah menurut ibnu khaldun sejarah ialah menunjuk kepada peristiwa-peristiwa istimewah penting pada waktu atau ras tertentu. Sejarah dalam Al-Maqrizi sejarah ialah memberikan informasi tentang suatu yang pernah terjadi di dunia.

Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta ’buddaya’ yang merupakan bentuk jamak dari ’budhi’ yang berarti akal atau budi pekerti. Dalam bahasa Arab diistilahkan dengan ’tsafaqah’. Pengertian kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah keseluruhan manusia dari kelakuandan hasil yang harus didapatkan dengan belajar, semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.

Peradaban dan kebudayaan hampir memiliki kemiripan namun secara makna pengertian ternyata keduanya berbeda. Kebudayaan melahirkan peradaban dan peradaban dilahirkan dari kebudayaan, dan tidak ada manusia yang tidak berbudaya karena tidak ada manusia yang hidup sendirian. Dari karena itulah maka sekelompok manusia yang membentuk masyarakat pasti melahirkan sebuah kebudayaan yang kemudian berkembang menjadi peradaban.

Tinggalkan komentar