pengertian_evaluasi_pembelajaran

Pengertian Evaluasi Pembelajaran: Pemahaman Konsep Dasar

Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan. Pengertian evaluasi pembelajaran, merupakan bagian dasar yang penting untuk diketahui sebagai modal dasar dalam melakukan pembelajaran baik dari sisi Guru, maupun lembaga itu sendiri. Mari ikuti lebih jauh.

Pengertian Evaluasi Secara Umum

Evaluasi merupakan aktivitas yang kerap sekali dilakukan setiap orang. Hanya saja, itu tidak dilakukan secara terorganisir. Sebagai contoh, seseorang yang telah jauh ke dalam lubang, maka ia tidak akan ingin jatuh kedua kalinya ditempat yang sama.

Ini merupakan bentuk sikap dari evaluasi itu sendiri, dimana seseorang menilai akan suatu hal yang tejradi. Dengan demikian, ia tidak akan mengulanginya lagi.

Evaluasi adalah proses dimana melakukan pengukuran dan penilaian terhadap sesuatu. Dalam konteks pembelajaran, evaluasi dapat diartikan melakukan pengukuran dan penilaian terhadap hasil proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukannya.

Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

Evaluasi atau penilaian menurut Nana Sudjana diartikan sebagai proses menentukan nilai suatu objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupkan tema penilaian atau evaluasi yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu. ​(Sudjana, 2009: 3)​

Evaluasi merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran pada khususnya, dan sistem pendidikan pada umumnya. Artinya evaluasi merupakan suatu kegiatan yang tidak mungkin dielakkan dalam setiap proses pembelajaran. Dengan kata lain, kegiatan evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran, merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendidikan. ​(Mujib, 2006: 147)​

Evaluasi pendidikan memiliki makna luas, namun pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. Definisi yang pertama dikembangkan oleh RalphTyler (1950). Ahli ini mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuat proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan sebabnya. ​(Arikunto, 2012: 3)​

Hal senada juga diungkapkan Neliwati ​(Neliwati, Jaya, 2015: 75)​ bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Evaluasi dalam pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses dalam usaha untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan akan perlu tidaknya memperbaiki sistem pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Arikunto ​(Arikunto, 2012: 3)​ mengajukan tiga istilah dalam pembahasan ini, yaitu pengukuran, penilaian dan evaluasi. Pengukuran (measurement) adalah membandingkan sesuau dengan suatu ukuran. Pengukuran ini bersifat kuantitatif. Penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk secara kualitatif. Sedangkan evaluasi adalah mencakup pengukuran dan penilaian secara kuantitatif.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengukuran dalam pendidikan bersifat kongkrit, objektif, dan didasarkan atas ukuran-ukuran yang umum dan dapat dipahami secara umum pula.

Contoh, pelaksanaan shalat. Seseorang yang shalat dapat diukur dan dinilai. Pengukuran shalat dilakukan pada aktivitas yang berkaitan dengan pelaksanaan syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

Bila hal tersebut terpenuhi, maka shalatnya dianggap sah dan seorang muslim terbebas dari kewajiban shalat.

Sedangkan penilaian shalat yang berkaitan dengan abad-adab, seperti keihklasan, kekhusu’an, dan sebagainya akan sulit untuk dilihat. Penilaian dalam aspek ini hanya bisa dilihat dari aktivitas yang dilakukannya sehari-hari saat ia melaksanakan shalat.

Penilaian lebih sulit daripada pengukuran, apalagi jika dikaitkan dengan nilai aspek-aspek keagamaan, sudah barang tentu penilaian untuk manusia menjadi wewenang Tuhan.

Daftar Pustaka

  1. Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya)
  2. Mujib, Abdul. 2006. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kencana)
  3. Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara)
  4. Neliwati, Farida Jaya. 2015. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. (Medan: TP)

Tinggalkan komentar