Pendekatan Saintifik Reza Lubis

Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran

Sudah tahu tentang apa itu Pendekatan Saintifik? Disini, kita akan mengulas lebih banyak informasi tentang dasar-dasar pendekatan Saintifik, yang tentunya berguna untuk anda. Mari kita simak penjelasan lebih lengkap.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik merupakan sebuah metode pembelajaran yang mulai muncul sejak diluncurkannya Kurikulum 2013, dimana hal ini lebih mengedepankan proses belajar pada peserta didik.

Pendekatan saintifik dipandang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran, karena pendekatan ini mengedepankan aktivitas layaknya seorang peneliti yang sedang melakukan pendalaman terhadap sebuah objek.

Dalam kaitan pembelajaran, pendekatan saintifik melewati langkah-langkah layaknya seorang peneliti yang sedang meneliti sesuatu, seperti: analisis, menyimpulkan, memaparkan, dan lain sebagainya.

Langkah-langkah Pendekatan Saintifik

Mengutip dari Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran 4, mengatakan bahwa terdapat 5 langkah pendekatan saintifik, sebagai berikut:

  • Mengamati
  • Menanya
  • Mengumpulkan Informasi (Eksperimen)
  • Mengasosiasi (Mengolah informasi)
  • Mengkomunikasikan

Kelima langkah di atas, akan diuraikan secara detail pada bagian berikut ini.

1. Mengamati

Mengamati adalah proses melihat dan memperhatikan dengan teliti. Hal ini merupakan cara yang mengutamakan proses pembelajaran (meaningfull learning). Ada beberapa aktivitas yang tergolong dari mengamati, seperti:

  • Membaca
  • Mendengar
  • Menyimak
  • dan lain sebagainya

2. Menanya

Menanya adalah aktivitas dimana seseorang melontarkan pertanyaan kepada orang lain. Dalam hal ini, dapat diartikan bahwa siswa bertanya kepada guru (fasilitator) mereka. Langkah ke dua dari langkah-langkah pendekatan saintifik ini merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya, dimana peserta didik bertanya tentang informasi yang telah dilihatnya, atau diamatinya.

3. Mengumpulkan Informasi (Eksperimen)

Langkah-langkah pendekatan saintifik selanjutnya adalah mengumpulkan informasi (eksperimen). Maksudnya adalah setelah objek diamati, selanjutnya menanya tentang informasi yang diamatinya, maka dari sini dapatlah peserta didik mengumpulkan informasi dari itu semua. Dalam hal ini, eksperimen juga diartikan sebagai membaca dari sumber lain yang berkaitan dengan objek yang diamati (dibahas). Hal ini bisa pada pengalaman pribadi, lingkungan tempat tinggal, atau buku yang dibaca sebelumnya.

4. Mengasosiasi (Mengolah Informasi)

Mengolah informasi maksudnya disini adalah mengumpulkan informasi dari setiap kegiatan yang dilewati, mulai dari melihat, menanya, mengumpulkan informasi, lalu kemudian selanjutnya adalah mengolah informasi. Beberapa keadaan membutuhkan filter terhadap informasi yang didapat, dimana ia semestinya disesuaikan dengan topik bahasan. Disinilah pentingnya mengasosiasi, dimana melibatkan pemikiran untuk menyesuaikan berbagai informasi yang didapatkan, hingga menjadi satu bagian yang akan menjawab dari persoalan (topik) yang ada.

5. Mengkomunikasikan

Langkah-langkah pendekatan saintifik yang terakhir adalah mengkomunikasikan. Mengkomunikasikan dalam hal ini berarti menyampaikan hasil olahan informasi (langkah 4), yang telah disusun dengan sistematis, lalu kemudian menyampaikannya kepada guru atau teman lainnya.

Hambatan Penerapan Pendekatan Saintifik

Penerapan pendekatan saintifik, tidak selamanya berjalan dengan baik. Beberapa hal terkait tentang itu, terdapat beberapa hal yang menjadi penghambat laju penerapan pendekatan saintifik di dalam kelas. Adapun beberapa hambatan itu adalah sebagai berikut:

  • Perencanaan pembelajaran yang kurang matang
  • Pemahaman guru terhadap saintifik itu sendiri
  • Keadaan kelas yang kurang kondusif
  • Kesesuaian waktu pelaksanaan

Beberapa hambatan yang ada di atas, merupakan hal yang umum terjadi dalam lingkungan kelas. Oleh karenanya, jauh sebelum menerapkan pendekatan saintifik di dalam kelas, hal yang lebih baik adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendukung penerapan metode itu sendiri.

Hal ini biasanya mengacu dari berbagai kondisi dan keadaan kelas, seperti peserta didik, kesiapan perencanaan, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan komentar