Konsep Pembelajaran Daring

Pembelajaran Daring belakangan ini mulai banyak diperdengarkan oleh kita. Pasalnya, lingkup pendidikan belakangan ini mulai menerapkan pembelajaran daring.

Berdasarkan keadaan ini, maka dipandang perlu penjelasan lebih mendalam mengenai yang dimaksud dengan pembelajaran daring itu sendiri.

Pengertian Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring dimaknai sebagai pola pembelajaran baru yang berkaitan langsung dengan teknologi. Pembelajaran daring adalah pola pembelajaran dengan mengandalkan koneksi internet melalui media online sebagai alat yang menghubungkan antara guru dan peserta didik yang terjadi tanpa tatap muka secara langsung.

Oleh karena itu, pembelajaran daring melibatkan berbagai unsur penting seperti koneksi internet, media penghubung (baik media sosial), platform pembelajaran online.

Tantangan Pembelajaran Daring

Berdasarkan uraian di atas, maka dirasa perlu untuk menguraikan tentang tantangan pembelajaran daring. Adapun tantangan yang dimaksudkan itu, adalah sebagai berikut:

1. Pembelajaran Membosankan

Pada dasarnya, proses pelaksanaan pembelajaran di kelas mengharapkan hadirnya pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Namun, terkadang tidak dapat dipungkiri untuk ditemukannya pembelajaran yang terkesan membosankan.

Hal ini umumnya tercermin dari kegiatan pembelajaran yang monoton, menggunakan metode terdahulu seperti ceramah atau yang lainnya, sehingga belum memperlihatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Seperti yang kita ketahui, pembelajaran melalui metode daring memiliki keterbatasan tertentu, terutama dalam penggunaan media pembelajaran yang hadirnya tentu dapat merubah keadaan kelas.

Keterbatasan itu, membuat pendidik lebih banyak menggunakan waktu penjelasan materinya hanya dengan metode ceramah. Oleh karenanya, hal ini melahirkan kesan “membosankan” dalam kegiatan belajar yang dilakukan.

2. Membutuhkan Biaya Tambahan

Pembelajaran daring membutuhkan koneksi internet, dan ini membutuhkan biaya tertentu dalam penggunaannya. Tanpa koneksi internet, kegiatan pembelajaran melalui daring tentu tidak akan dapat terlaksana.

Terkait:  Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam: Pemahaman Berupa Konsep Dasar

Meski persoalan biaya ini beragam (mulai dari harga termurah hingga pada yang mahal), tetap saja untuk mendapatkan koneksi internet, membutuhkan biaya tambahan tertentu.

Dalam ukuran tertentu, penggunaan video dalam internet membutuhkan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan penggunaan browsing sederhana. Oleh karenanya, setiap pengguna (baik guru maupun siswa) membutuhkan koneksi internet dengan jumlah data yang cukup, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dalam proses kegiatan pembelajaran daring.

3. Permasalahan Koneksi Internet

Seperti yang kita ketahui, bahwa internet adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung antar satu dengan yang lainnya. Namun, permasalahan umum yang kerap terjadi adalah koneksi internet.

Dalam kondisi tertentu, internet dapat berjalan dengan lambat (low connection) yang membuat pengguna tentu saja tidak dapat mengikuti aktivitas dengan jelas.

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi koneksi internet, bahkan itu berasal dari kejadian alami (eksternal) seperti hujan, angin kencang, dan lain sebagainya. Hal ini juga dapat terjadi karena faktor-faktor tertentu seperti terlalu banyak pengguna, jaringan yang terlalu sibuk, maupun sistem jaringan yang berasal dari smartphone/ laptop pengguna.

4. Penyetaraan Pemilihan Media

Salah satu hal yang menjadi tantangan adalah tentang penyetaraan media yang digunakan untuk pembelajaran daring. Hal ini dimaksudkan pada penentuan media yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang dimaksudkan.

Ada banyak pilihan media yang dapat digunakan seperti Zoom, Google Meet, atau yang lainnya. Namun, dalam kondisi tertentu media-media ini juga memiliki beberapa rintangan seperti konektifitas server dari penyedia layanan, atau bahkan ukuran file yang lebih besar.

Dalam kondisi tertentu, layanan-layanan yang ada juga tentunya diperbaharui dalam waktu berkala. Pembaruan ini biasanya demi penyesuaian dengan teknologi terbaru yang ada. Bahkan terkadang ditemui bahwa layanan tertentu tidak dapat digunakan untuk smartphone/ laptop dengan versi lawas.

Terkait:  Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran

Ini merupakan tantangan dalam penyetaraannya (secara klasikal). Kesetaraan ini tentu sangat penting, agar setiap peserta didik mendapatkan pembelajaran dengan baik.

Gambar Email

Jangan Ketinggalan Pos Terbaru

Daftar sekarang dan dapatkan artikel pendidikan terbaru

Tinggalkan komentar