Masalah Dalam Penelitian: Membangun Konsep Dasar

Banyak orang yang keliru akan mendefenisikan “Masalah” dalam sebuah penelitian. Akibatnya, mereka akan kebingungan tatkala dipertanyakan soal latar belakang masalah dalam penelitiannya. Jadi, membangun konsep dasar untuk masalah dalam penelitian adalah hal yang penting.

Berada dalam halaman ini, Anda akan mengetahui tentang bagaimana menemukan masalah untuk dijadikan penelitian Anda. Mari ikuti lebih dalam.

Makna Masalah Dalam Penelitian

Sebuah penelitian, tentu saja lahir dari permasalahan yang ada. Bila permasalahan itu tidak ada, maka tidak akan dilaksanakan penelitian, karena itu tidak berarti. Ini adalah dasar yang logis.

Tapi, kadang kita menemukan masalah, tapi itu tidak terbatas. Artinya, ada masalah yang benar-benar cukup luas, yang terkadang membuat kita sendiri bingung untuk menentukannya.

Modal dasarnya adalah bahwa kita semestinya memahami akan “masalah” untuk sebuah penelitian.

Jadi, masalah itu didefenisikan sebagai kesenjangan, antara teori dan fakta. Begitulah alur pikir singkat untuk menemukan masalah dalam lokasi tertentu.

Jadi, ada hal yang perlu digaris bawahi disini, yaitu “KESENJANGAN“. Masing-masing peneliti, semestinya memahami akan hal ini.

Kesenjangan adalah sesuatu yang tidak relefan antara teori dan fakta dilapangan. Ketika Anda berkunjung ke salah satu tempat, dan ternyata disana tidak menggambarkan dari teori yang ada (yang sebelumnya Anda ketahui/ pelajari), maka sudah tentu itu adalah masalah.

Sekarang, Anda sudah mengetahui tentang makna dasar dari “masalah” itu. Mari kita lanjutkan untuk mendapatkan masalah dalam lokasi penelitian target Anda.

Menentukan Masalah Untuk Penelitian

Memang tidak mudah untuk memilih, lalu kemudian memutuskan sebuah masalah yang akan diangkat menjadi sasaran penelitian kita. Tapi begitulah yang umum dilakukan orang.

Saya memiliki beberapa tips atau panduan untuk menemukan masalah yang akan dijadikan penelitian. Mari ikuti panduan berikut ini.

Terkait:  Pengertian Penelitian Kualitatif

1. Bekali Diri Dengan Konseptual

Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Anda membekali diri dengan pengetahuan konseptual terlebih dahulu. Ini adalah langkah menemukan masalah dalam penelitian yang pertama kali Anda penuhi.

Saya tidak meminta Anda untuk menjadi ahli dalam semua bidang. Paling tidak, Anda memiliki satu buah opsi tentang konsep teori tertentu, yang akan Anda perhatikan dalam lingkungan target penelitian Anda.

Ketika Anda sudah memiliki pengetahuan tentang suatu konsep, mari kita melanjut pada tahapan selanjutnya.

Misalnya, kita mengetahui atau memiliki dasar referensi yang jelas tentang konsep kompetensi guru. Kompetensi guru itu, diatur dalam regulasi Undang-undang dan dapat ditemukan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dalam uraian Undang-Undang tersebut, terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi guru dalam rangka mencapai kompetensi yang diwajibkan padanya. Nah, indikator inilah yang menjadi acuan kita. Gunakan itu, dan langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi dan menyesuaikannya dengan teori yang ada.

2. Temukan Ketidak Sesuaian

Langkah menemukan masalah dalam penelitian selanjutnya yaitu menemukan ketidak sesuaian (kesenjangan). Berada di lokasi penelitian, tentu saja Anda memiliki waktu yang luas untuk melakukan observasi lebih dalam. Anda dapat memperhatikan beragam hal yang terjadi dilokasi penelitian Anda.

Sebelumnya, Anda sudah memiliki beberapa pemahaman konsep tertentu. Lihat kejadian di lapangan, dan catat segala hal yang menurut Anda tidak sesuai antara apa yang Anda ketahui dan apa yang terjadi dilapangan.

Sebagai contoh, dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mengharuskan guru melengkapi kompetensi (1) Pedagogik; (2) Kepribadian; (3) Sosial; dan (4) Profesional. Itu adalah kewajiban bagi setiap guru yang ada.

Terkait:  Cara Menemukan Masalah Penelitian

Lihatlah itu di lokasi penelitian Anda, dan sesuaikan. Apabila disana ditemukan bahwa guru tidak memiliki salah satu dari kompetensi yang ada, maka itu adalah masalah.

Dasarnya adalah bahwa adanya kesenjangan antara teori dan fakta dilapangan. Jadi jelas, kesenjangan itu adalah masalah.

Sehingga Anda dapat mengangkat dalam Latar Belakang Masalah penelitian seperti “Dalam lokasi penelitian, memperlihatkan bahwa Guru tidak memiliki kompetensi keppribadi.”

3. Kelompokkan Hasil Observasi

Langkah menemukan masalah dalam penelitian selanjutnya yaitu pengelompokan hasil observasi.

Observasi sangat berperan penting disini. Jadi, Anda semestinya mencatata beragam hal yang terjadi dilapangan, satu per satu, sedetail mungkin.

Dari hasil catatan Anda, tentu itu tidak beraturan. Jadi, kelompokkan mereka untuk kategori tertentu.

Berangkat dari sini, Anda sudah memiliki masalah-masalah yang ditemukan, serta sudah pada kelompoknya.

Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menentukan bagian mana yang ingin Anda teliti. Anda sudah berhasil menemukan masalah di lokasi penelitian target Anda.

Kesimpulan

Banyak orang yang mengabaikan persoalan dasar tentang masalah dalam penelitian ini. Pengabaian akan hal itu, justru berdampak buruk bagi keberlangsungan penelitian, bahkan Anda mungkin akan kesulitan dalam menyusun laporan penelitian.

Anda semestinya melewatinya secara mandiri, mencatat segala hal yang terjadi dilapangan, mengelompokkan beragam hasil observasi itu, dan menentukan bagian mana yang layak untuk Anda teluti.

Bagaimana dengan hasil observasi yang Anda lakukan? Apakah masih terdapat kendala yang berarti, untuk menentukan masalah dalam penelitian Anda? Jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar.

Gambar Email

Jangan Ketinggalan Pos Terbaru

Daftar sekarang dan dapatkan artikel pendidikan terbaru

Tinggalkan komentar