keutamaan_mengajar

2 Keutamaan Mengajar: Telaah Dalam Islam

Mengajar adalah istilah yang memang sering diperdengarkan dalam lingkungan kehidupan kita. Tapi, tahukah Anda tentang keutamaan mengajar itu sendiri?

Mengajar tentunya bukan hanya bermakna sebatas menyampaikan informasi (pelajaran) saja, melainkan banyak hal yang tersirat dalam istilah ini. Mari kita telusuri lagi.

Mengajar Adalah Ibadah

Siapa yang dapat menyangkal bahwa aktivitas mengajar dapat bernilai ibadah? Hal ini sangatlah umum, dan anggapan itu berlaku bagi mereka.

Allah memerintahkan kita untuk berilmu semampunya, dan mengamalkannya dengan mengajar. Hal ini tertuang dalam Alquran Surah Al-Mujadilah Ayat 11, yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan. ​(Author, 2021)​

Ayat di atas menerangkan bahwa sebagai seorang manusia yang beriman, kita diperintahkan untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Dalam ayat di atas juga menjelaskan bahwa orang yang berilmu, akan diangkat derajatnya. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa menuntut ilmu dan menyebarkannya seluas-luasnya kepada orang lain adalah sebuah kewajiban.

Keutamaan Mengajar dalam Islam

Mengajar tentunya tidak terbatas dengan waktu, tempat, tenaga, dan lain sebagainya. Pasalnya, mengajar bersumber dari ilmu pengetahuan, dan itu dapat disalurkan lewat cara yang beragam.

Perlu diketahui tentang keutamaan mengajar dalam Islam. Mari kita simak selengkapnya.

1. Mendapatkan Pahala

Rasulullah saw. pernah bersabda yang artinya:

Artinya:Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan, Apabila manusia telah meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan (orang tuanya).” (HR. Muslim, Ahmad, an-Nasai, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

Berkaitan dengan hal ini, Umar ​(Umar, 76: 2012)​ menyebutkan bahwa terdapat Tiga hal yang membuat manusia mendapatkan pahala, meski ia sudah meninggal sekalipun. Adapun yang dimaksud itu yakni:

  • Sedekah Jariyah
  • Ilmu yang bermanfaa
  • Doa anak sholeh

Mengajar tergolong pada bagian ilmu yang bermanfaat, atau dapat bermanfaat bagi para peserta didik. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan, untuk dapat meraih kedua bagian yang lainnya itu (sedekah jariyah & Doa anak yang sholeh).

2. Terbebas dari Kutukan Allah

Pernyataan ini sepertinya cukup mengerikan. Mengajar, diyakini dapat terbebas dari kutukan Allah yang tentunya tidak ada seorang pun mengharapkan itu.

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah saw pernah bersabda:

Artinya:Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ia mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya dunia dan
segala isinya terkutuk kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang terlibat dengannya, orang yang tahu (guru) atau orang yang belajar,”
” (HR. At-Tirmizi).

Hadis ini benar-benar memberikan angin segar bagi para praktisi pendidikan, khususnya seorang Guru.

Disana dijelaskan bahwa dunia dan seisinya dapat terkutuk kecuali Dzikir kepada Allah, dan antara orang yang tahu dan orang yang belajar.

Melihat dari hal ini, maka patutlah kita semestinya mengetahui keutamaan mengajar dalam Islam yang pada dasarnya memberikan banyak sekali gambaran manfaat yang akan didapatkan.

Daftar Pustaka

  1. Author. 2021. “Al-Mujadilah Qur’an Kemenag.” Quran Kemenag. 2021. https://quran.kemenag.go.id/sura/58/11.
  2. Umar, Bukhari. 2012. Hadits Tarbawi. Jakarta: tp.

Tinggalkan komentar