Jadwal Piket Guru

Jadwal Piket Guru: Ketahui dan Download Contoh Terbaru

Guru tentu saja dibutuhkan dalam waktu tertentu, diluar jam mengajar mereka. Jadwal piket guru, adalah hal yang paling kerap dibuat untuk menangani berbagai kondisi di sekolah.

Seperti misalnya, saat kedatangan dan kepulangan siswa yang tentunya membutuhkan aturan tertentu bagi guru sebagai panduan dalam aktivitas mereka diwaktu itu. Mari ikuti lebih jauh.

Perlukah Jadwal Piket Guru?

Ini adalah sebuah pilihan. Tetapi, jarang sekali lembaga yang tidak memilikinya. Dalam aktivitas umumnya, membutuhkan aturan tertentu agar semua hal berlangsung dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan lembaga.

Demikian pula halnya dengan jadwal piket guru, yang semestinya diciptakan sebagai upaya menetralisir aktivitas diluar dari ranah mencapai tujuan lembaga.

Jadwal piket guru dibuat untuk memandu guru dalam sikap mereka, untuk keadaan tertentu. Setiap lembaga tentunya berbeda dalam prinsip, cara menyambut siswa, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, jadwal piket ini dirasa dibutuhkan bagi lembaga dan penting untuk diciptakan.

Contoh Jadwal Piket Guru

Berikut ini merupakan contoh Jadwal Piket Guru yang pernah saya buat, dan diterapkan di lembaga tempat saya bekerja. Silankah lihat dan anda dapat Download secara gratis.

Jadwal Piket Guru Syarif Ar-Rasyid

Sekarang, mari kita ketahui lebih detail tentang cara membuat jadwal piket guru ini.

Cara Membuat Jadwal Piket Guru

Seperti yang kita ketahui dan yakin bahwa Anda juga mengetahuinya, membuat jadwal piket guru bukanlah sesuatu yang sulit. Anda dapat dengan mudah membuatnya dengan koordinasi melalui dewan guru, untuk mendapatkan kesediaan waktu mereka agar dapat terbentuk jadwal piket guru ini.

1. Membentuk Rapat Dengan Dewan Guru

Membentuk rapat dengan dewan guru adalah hal yang paling penting, dalam menciptakan jadwal piket ini. Tanpa membuat rapat, dikhawatirkan akan terjadi perselisihan di masa mendatang, karena ini berkaitan dengan tanggungjawab tambahan.

Rapat dimaksudkan untuk mengambil masukan dan kesediaan dari para guru, yang direncanakan akan ditugaskan sebagai penanggungjawab piket di hari-hari tertentu. Oleh karenanya, penting untuk membentuk rapat agar semua dapat terselesaikan dengan baik.

2. Menentukan Waktu Piket

Hal yang dinilai mendasar adalah persoalan waktu piket. Hal ini semestinya ditentukan dengan baik dan bijak. Dalam contoh yang saya berikan, saya menentukan waktu kehadiran pada pukul 06.45, yang dikhususkan bagi guru piket. Hal ini dimaksudkan agar guru datang terlebih dahulu daripada peserta didik.

Dalam kaitan ini, lembaga bebas untuk menentukan waktu sesuai dengan keadaan lembaga yang ada. Meski demikian, menentukan waktu adalah bagian yang wajib, agar tidak terjadi kesalah pahaman di masa mendatang.

3. Menentukan Tugas dan Tanggunjawab Piket

Pertanyaan yang paling mendasar adalah “Untuk apa dibentuk piket guru ini?” Untuk menjawab persoalan ini, maka semestinya kita mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar dibentuknya petugas piket ini.

Salah satu contohnya adalah, kami mengangkat prinsip lembaga kami, yaitu penyambutan siswa yang hadir dengan baik, demi meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan itu, kami membuat indikator khusus tentang bagaimana penyambutan siswa itu dilaksanakan setiap harinya.

Berbagai tugas ini, diberlakukan kepada petugas piket. Oleh karena itu, ini merupakan tanggung jawab dari petugas piket yang ada.

4. Membuat Buku Piket

Buku piket digunakan sebagai pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugas piketnya. Oleh karenanya, buku ini semestinya disediakan setiap hari, yang akan diisi oleh guru piket (khusus). Biasanya, ada format khusus yang lebih detail. Bila ingin melihat lebih jauh tentang ini, bisa mengunjungi halaman yang saya terbitkan sebelumnya tentang Buku Piket Guru.

Kesimpulan

Pada dasarnya, lembaga dapat dengan mudah membuat jadwal piket guru, yang dibentuk berdasarkan keadaan lembaga masing-masing. Jadwal piket yang kami sajikan, merupakan contoh untuk memperlihatkan bentuk Jadwal piket yang kami buat.

Meski demikian, lembaga dapat mengembangkan ini menjadi lebih baik disesuaikan dengan kondisi lembaga masing-masing. Kami mengisi 2 nama guru saja, dikarenakan saat itu, kami hanya membutuhkan 2 orang guru untuk ditugaskan piket dalam pembelajaran.

Tinggalkan komentar