Hidden Curriculum: Penjelasan Konsep Dasar

Hidden curriculum merupakan sesuatu hal yang perlu untuk diketahui oleh guru. Hal ini, akan mengantarkan lebih jauh tentang praktik pembelajaran yang bernilai.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Guru memiliki beberapa kompetensi seperti kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Mari kita mulai

Apa Itu Hidden Curriculum

Mari kita melihat tentang makna dasar dari masing-masing istilah ini, yakni “Hidden” dan “Curriculum“. Kedua istilah ini memiliki makna tersendiri.

Hidden” artinya tersembunyi, sedangkan “Curriculum” berarti kurikulum/ pedoman. Jadi secara umum, dapatlah dimaknai bahwa hidden curriculum adalah kurikulum yang tersembunyi.

Maksudnya tersembunyi adalah bahwa kurikulum (panduan) yang ada itu tidak tertuang dalam dokumen kurikulum yang ada. Seperti yang kita ketahui, bahwa masing-masing lembaga pendidikan tentunya memiliki kurikulum yang merupakan acuan dalam kelangsungan lembaga.

Artinya, yang dimaksud dengan hidden curriculum itu adalah kurikulum atau berupa panduan yang tidak termuat secara langsung dalam dokumen kurikulum yang ada. Melainkan, hal ini berada paba bagian balik layar yang sifatnya tersembunyi, namun menjadi bagian yang tergolong penting.

Contoh Hidden Curriculum

Hidden curriculum dapat berbuah pada hal positif, namun dapat juga sebaliknya (negatif). Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai ini, maka perlu dijabarkan tentang contoh Hidden Curriculum yang dimaksudkan itu. Mari kita teruskan.

1. Penggunaan Parfum

Seperti yang kita ketahui, parfum merupakan hal yang biasa kita perdengarkan, atau bahkan kita gunakan dalam keseharian kita. Parfum adalah pewangi yang memberikan aroma bagi penggunanya dan biasanya digunakan dengan menyemprotkan wewangian dalam pakaian.

Penggunaan parfum, merupakan sesuatu yang dinilai mampu membangkitkan minat belajar peserta didik. Dengan hal ini, maka Guru yang menggunakan wewangian, akan memberikan suasana positif dalam lingkungan kelas dan dinilai mampu meningkatkan semangat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.

Terkait:  Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran

Sesuatu yang aneh, bila istilah “Parfum” ini digunakan dalam dokumen kurikulum. Maka dari itu, bagian ini tergolong contoh hidden curriculum.

2. Dorongan Negatif

Istilah dorongan negatif ini, mengarah pada upaya Guru yang memberikan hasil akhir pada siswa, tanpa memperhatikan proses kelangsungan kegiatan yang ada. Churchill, dkk[1] menyebutkan bahwa kurikulum tersebunyi dapat bermanfaat bagi siswa atau sebaliknya. Mari kita teruskan.

Sebagai contoh, dalam ujian, guru mengeluarkan perkataan berupa dorongan bahwa setiap peserta didik akan mendapatkan nilai yang baik, dan mengabaikan peserta didik yang mencontek.

Dari kasus di atas, menggambarkan bahwa Guru tidak memperhatikan pada proses atau pembelajaran yang ada dalam proses ujian. Sehingga, hal ini membuat peserta didik itu terbiasa untuk mencontek, dan mereka menganggap pembelajaran yang ada akan baik-baik saja.

Oleh karenanya, Guru harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari aktivitas yang dilangsungkannya dalam kurikulum tersembunyi ini.

Manfaat Menerapkan Hidden Curriculum

Referensi

  1. Churchill, R., dkk. (2016) Teaching Making a Difference. Third edition. 42 McDougall St, Milton Qld 4064: John Wiley & Sons Australia, Ltd
Gambar Email

Jangan Ketinggalan Pos Terbaru

Daftar sekarang dan dapatkan artikel pendidikan terbaru

Tinggalkan komentar