hambatan_pendekatan_saintifik

Hambatan Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik memang sebuah pendekatan yang didesain sedemikian rupa agar lebih menarik dan bervariatif. Dalam hal ini, terdapat beberapa hambatan dalam penerapan pendekatan saintifik.

Hambatan yang ada, sebaiknya menjadi perhatian sebelum terjun ke lapangan dalam menerapkan pendekatan saintifik ini. Hambatan, tentunya akan menghalangi proses pelaksanaan pendekatan semacam saintifik ini.

Oleh sebab itu, hambatan-hambatan yang dimaksudkan itu akan diulas lebih dalam pada bagian di bawah ini.

Makna Hambatan dalam Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik (kerap juga disebut sebagai metode saintifik) dalam pembelajaran, merupakan hal yang belakangan ini ramai dibicarakan. Pasalnya, metode ini baru saja lahir sejak tahun 2013 silam, dalam upaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Bagian ini, akan menjelaskan tentang hambatan apa saja yang akan dihadapi ketika menerapkan pendekatan siantifik dalam praktik belajar mengajar di kelas. Dengan adanya penjelasan ini, rencana untuk penerapan saintifik tentunya menjadi sesuatu yang dirancang dengan sebaik-baiknya.

Beberapa hal yang menghambat kelangsungan kegiatan saintifik ini, akan diterangkan dalam bagian selanjutnya. Mari ikuti lebih dalam.

Hambatan Pendekatan Saintifik

Terdapat beberapa hal yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan metode atau pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Adapun berbagai hambatan itu, akan terlihat pada penjelasan berikut ini.

1. Perencanaan Pembelajaran

Rencana memang selalu di awal setiap kali melakukan suatu kegiatan. Dengan perencanaan yang matang, akan memberi kesempatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu juga halnya dengan penerapan pendekatan saintifik ini. Dengan perencanaan yang matang dan terukur, akan membuka peluang untuk tercapainya penerapan pendekatan ini.

Perencanaan yang dimaksudkan disini tentu beragam, mulai dari pelaksanaan, hingga pada tahapan evaluasi. Perencanaan disini, biasanya berbentuk dokumen yang kerap disapa dengan sebutan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikalangan guru. Desain RPP dengan menggunakan pendekatan saintifik ini dianggap perlu untuk mendukung keberhasilan penerapan pendekatan ini. Oleh sebab itu, hal ini menjadi hal yang utama untuk diperhatikan dalam penerapannya.

Tidak bisa dihindari memang bila lembaga belum dilengkapi dengan media yang memadai. Terlebih lagi pada daerah yang terbelakang, tentunya ketersediaan media pembelajaran ini adalah suatu hal yang menjadi perhatian. Namun, ini semua merupakan hal yang umum dan bersifat global. Pada dasarnya, guru itu sendiri selayaknyalah membuatkan semacam media untuk membantu proses kegiatan belajar mengajarnya.

2. Pemahaman Tentang Pendekatan Saintifik

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik ini dirasa adalah modal utama dalam penerapannya. Bagaimana mungkin dapat menerapkan pendekatan saintifik bilamana secara konseptual guru itu sendiri belum memahami secara utuh terkait pendekatan saintifik itu sendiri. Oleh sebab itu, hal ini patut dijadikan sebagai perhatian khusus, dan bisa saja hal ini menjadi penghalang atau penghambat dalam penerapan pendekatan saintifik.

Terlebih pada pemahaman akan prinsip dari pendekatan saintifik itu sendiri, yakni mengamati, menanya, mengasosiasikan, mengumpulkan informasi hingga pada mengkomunikasikan. Dengan memahami prinsip ini, akan memberi harapan akan tercapainya pendekatan saintifik ini. Sebaliknya, jika ini diabaikan, maka sudah barang tentu penerapan pendekatan saintifik itu akan terhambat.

3. Keadaan Kelas

Keadaan kelas juga merupakan indikator yang patut diperhatikan dalam penerapan pendekatan saintifik. Keadaan kelas yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan terhambatnya pendekatan saintifik ini. Bagaimana mungkin guru itu akan mengajar dan menerapkan pendekatan saintifik di kelas disaat kondisi kelas itu sendiri tidak terkontrol? Tentu, hal ini akan menjadi penghalang bagi seorang guru dalam melakukan transfer ilmu di kelas.

keadaan_kelas

Keadaan kelas yang kondusif tentu menjadi harapan disini. Ini dimaksudkan agar penerapan pendekatan saintifik itu sendiri dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan apa yang diharapkan. Lagi-lagi, guru diharuskan memiliki cara khusus untuk mengkondusifkan keadaan kelas. Secara tidak langsung, hal ini juga akan dipengaruhi oleh media yang ditampilkan guru di kelas. Media yang menarik perhatian peserta didik, akan membantu fokus peserta didik saat kegiatan belajar berlangsung. Dengan ini, harapan akan kondusifitas kelas memungkinkan untuk tercapai.

4. Kesesuaian Waktu

Bagian ini dimaksudkan dalam hal penerapan pendekatan saintifik. Kesesuaian waktu disini ditujukan pada tayangan media yang disajikan. Bilamana terlalu lama waktu yang disediakan untuk hal ini, tentu akan menyita waktu pada bagian-bagian yang lainnya. Penayangan media, biasanya termasuk pada prinsip pertama, yaitu mengamati. Bilamana kegiatan ini menyita terlalu banyak waktu peserta didik untuk memperhatikan media, maka ini akan membuang waktu para peserta didik untuk kegiatan lainnya. Sementara, waktu penyampaian materi guru di dalam kelas itu terbatas.

Hal yang diharapkan disini adalah bahwa bagaimana menyesuaikan waktu yang tepat agar semua prinsip dari pendekatan saintifik yang dikenal sebagai 5M itu dapat teraplikasikan secara utuh. Jangan sampai salah satu diantara kelima prinsip itu terabaikan, maka sudah barang tentu jauh dari keberhasilan. Oleh sebab itu, hal ini dirasa menjadi perhatian.

Tinggalkan komentar