ekonomi_arab_pra_islam

Ekonomi Arab Pra Islam

Halaman ini akan menjelaskan tentang Ekonomi Arab Pra Islam. Daerah yang terkenal Tandus ini, memiliki khas tersendiri dalam hal mengontrol perekonomian mereka. Beberapa upaya yang dilakukan adalah bertani, beternak, hingga berdagang. Mari kita mulai penjelasannya.

Kondisi Ekonomi Arab Pra Islam

Penghujung Abad ke-6, para pedagang besar Mekkah telah dapat mengontrol monopoli atas perniagaan lewat jalur pinggiran pesisir barat Arabia ke Laut Tengah.

jalur_pesisir_barat_arabia_ke_laut_tengah

Dilembah Kota Mekkah yang tandus, pertanian maupun peternakan adalah mimpi dari setiap orang. Kota ini sangat bergantung pada impor bahan makanan. Karena itu, kehidupan ekonominya yang khas adalah di bidang perniagaan.

Kafilah dagang biasanya melewati jalur ke Selatan saat musim dingin, dan ke Utara saat musim panas. Ke selatan yaitu Yaman, terkadang juga diperluas ke Abisinia. Lainnya ke rute Utara yakni ke arah Siria.

Hampir setiap orang menaruh minat pada kafilah-kafilah dagang yang ada. Penjarahan atas kafilah, merupakan pukulan berat dan bencana bagi penduduk kota tersebut.

Inilah yang menjadi alasan mengapa orang-orang Quraisy harus melakukan negosiasi dengan negara tetangganya dan menjalin hubungan baik di berbagai rute perniagaannya.

Terdapat Empat bersaudara dari suku Quraisy, keluarga Abd Al-Manaf (Hasyim bin Abdul Manaf), Al-Muthallib, Abd Al-Syam, dan Naufal, yang dikabarkan telah memperoleh jaminan keamanan dari penguasa Bizantium, Persia, Abisinia dan Himyari.

Hasyim memperoleh jaminan keamanan dari Qashar Bizantium, Al-Muthallib memperoleh perjanjian yang sama dari Yaman, Abd Al-Syam juga mendapatkan jaminan dari Abisinia, serta Naufal mendapatkannya dari Kisra Persia.

Berdasarkan keadaan ini, dapatlah dikatakan bahwa imperium niaga orang-orang Mekkah dibangun keluarga Abd Manaf dari fakta-fakta perniagaan mereka.

Aktiviatas Ekonomi Arab Pra Islam

Diberbagai daerah Jazirah Arab, terdapat beberapa aktivitas dalam menjaga dan meningkatkan perekonomian Arab Pra Islam. Beberapa hal yang dimaksudkan itu sebagai berikut.

1. Bertani

Madinah dan Taif adalah tempat yang sering terjadi turun hujan. Penduduk Arab pedesaan biasanya bekerja sebagai petani, karena mereka tinggal di lembah yang subur dan banyak terdapat sumber air. Beberapa bentuk pertanian yang digunakan seperti menanam kurma dan gandum, sayur, atau buah-buahan.

2. Beternak

Kegiatan beternak biasanya dilakukan oleh suku Badui, yang tinggal di daerah pedalaman. Suku Badui, merupakan suku yang hidup dengan berpindah-pindah tempat. Ini karena mereka membutuhkan pangan untuk hewan ternak mereka. Biasanya, suku ini beternak hewan Unta dan biri-biri untuk diambil daging dan kulitnya.

3. Berdagang

Sebutan Ahlul Hadhar, adalah sebutan untuk pedagang yang giat bekerja. Hal ini diberikan kepada bangsa Arab yang tinggal diperkotaan dan bekerja sebagai pedagang. Sebagai contoh, Abu Bakar dan Usman bin Affan, merupakan sahabat Nabi Muhammad saw yang sukses dalam dagang.

Rute perdagangan Bangsa Arab biasanya ke daerah Syam, Yaman, Habsyi, Mesir, hingga ke Sudan. Adapun bentuk perdagangan bangsa Arab seperti berdagang dengan rombongan, kerjasama dengan cara bagi hasil, hingga mengatur waktu perjalanan.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik, para pedagang pergi ke Syam saat musim panas, dan ke Yaman saat musim dingin. Kebiasaan ini juga dijelaskan dalam Alquran Surah Quraisy.

Tinggalkan komentar